Tiap malem 25 menit sama Pak Ben, 3 bulan sebelum tes. Gak les mahal, gak boot camp. Pas tes — listening 27, speaking 25. Diterima Universitas Melbourne.
Kelas bahasa yang datang kayak GoFood.— bukan paket tahunan, bukan kontrak.
Pesen satu kelas 25 menit. Bayar sekali. Guru verified Indonesia + native ngumpul di satu marketplace. Mandarin, Inggris, Jepang, Korea, Arab, Perancis, Jerman, Spanyol, Portugis, Thai — semuanya satu tap jauhnya.
Empat jalan buntu yang semua orang pernah kena.
Bukan salah kamu. Cara belajar bahasa di Indonesia emang di-desain buat kelompok — bukan buat satu orang yang cuma punya 25 menit bebas antar meeting.
Les privat bikin dompet kering.
Bayar di muka 12 sesi. Ketemu guru seminggu sekali. Minggu kedua udah males — tapi uang udah ilang.
Kursus offline ngajinya kelas.
Tiap Selasa jam 19:00, 2 jam full, 14 orang dalam satu ruangan. Giliran ngomong 3 menit. Sisanya merhatiin.
Apps solo cuma bikin bosen.
Streak 40 hari. Masih gak bisa order makanan kalau pergi. Gak ada yang ngoreksi pronunciation.
YouTube tanpa feedback bocor.
Udah nonton 120 video "Learn Mandarin Fast". Masih salah tone. Gak ada yang ngasih tau kamu salahnya di mana.
Masuk ke pasar, pilih kios, bayar satu kelas.
Kami bikin marketplace dua sisi. Satu sisi: 247 guru bersertifikat standby. Sisi lain: kamu buka app pas butuh, dapet guru dalam 4 menit. Rp 30.000 per kelas — tanpa komitmen bulanan.
Rp 30.000 flat.
Satu harga, semua bahasa, semua guru. Bayar pake GoPay, OVO, DANA, QRIS, transfer bank — semua masuk.
Per kelas 25 menit~4 menit match.
Tap "Pesen", algoritma kami match kamu sama guru yang lagi aktif + spesialis topik yang kamu butuh.
Median tunggu match247 guru verified.
Tiga tahap: cek sertifikat (HSK/JLPT/IELTS/dst) ke lembaga penerbit, interview pedagogi, mock class dinilai 5 murid.
Cuma 18% lolos24/7 jam ready.
Jam 3 pagi Jakarta, ada guru Spanyol di Madrid baru pulang makan siang. Guru tersebar di 14 zona waktu.
Zero antrian malamPesen kelas. Sama kayak pesen ojek.
Buka app, pilih bahasa (misalnya Mandarin), pilih topik: HSK 4 reading, negosiasi bisnis, atau sekedar ngobrol casual. Tulis satu kalimat deskripsi — AI kami match kamu ke guru yang paling cocok.
Tap "Pesen Kelas".
Pilih bahasa. Pilih topik atau pilih kurikulum HSK/JLPT/IELTS. Bisa juga tulis bebas: "Mau nego harga vendor China minggu depan."
~60 detikPilih durasi & bayar.
Default 25 menit (micro-learning). Bisa extend ke 45 / 60 / 90. Checkout lewat Midtrans Escrow — dana kunci, baru cair ke guru pas kelas selesai.
~30 detik checkoutGuru muncul. Dalam hitungan menit.
Bu Rini (HSK 6, 6 tahun ngajar) lagi online malem ini. Begitu kamu tap pesen, request kamu masuk feed-nya. Dia swipe "Terima" — dan kamu dapet notifikasi balik.
Guru terima pesenan.
Notifikasi push ke kamu dengan nama, rating, foto, dan slot waktu 3 menit dari sekarang. Konfirmasi sekali tap — kamu masuk ruang tunggu.
~2-4 menit matchMatch: guru ketemu kamu.
Sistem matching kami nilai 7 faktor: bahasa, level kamu, topik, jam aktif, rating historis, speaking style, dan feedback murid lain dengan tujuan mirip.
7 faktor matchBelajar langsung — video call, whiteboard, chat.
Kelas pertama biasanya full Bahasa Indonesia. Guru nanya tujuan kamu, level sekarang, dan alokasi waktu mingguan. Menit ke-15 udah mulai nyelipin frasa target. Menit ke-25 — selesai, dan AI rangkumin 8 kosakata baru buat review besok.
Masuk video call.
Built on Agora SDK. Low latency, auto-reconnect kalau WiFi drop. Whiteboard kolaboratif buat guru gambar karakter Hanzi / konjugasi / kanji stroke order.
25 menit kelasAI review setelah kelas.
Transkrip otomatis. 8 kosakata baru diekstrak + SRS spaced repetition schedule. Guru kirim catatan 2-3 poin buat sesi berikutnya.
Auto-rekap ≤ 2 menitSepuluh bahasa, satu pasar.
Tiap bahasa dapet kurikulum yang disusun native + pedagog lokal. Model AI-nya beda per bahasa — Qwen 3 buat Mandarin, GPT-4o buat Jepang/Korea/Arab/Thai, Claude buat bahasa Eropa. Pilih sesuai kebutuhan, atau coba acak.
Yang bakal ajarin kamu — bukan avatar.
Tiap guru punya ID asli yang udah diverifikasi dokumennya. Sertifikat diupload, dicocokkan ke lembaga penerbit. Foto profil diambil live, gak boleh upload gambar stok. Dan rating di bawah 4.0 langsung direview admin manual.
Kenapa Rp 30.000 ngalahin Rp 3.5 juta.
Kita bandingin apple-to-apple: 12 sesi, sama-sama 25-30 menit fokus. Harga, fleksibilitas, kualitas, dan feedback loop.
| Aspek | Studika | Les Privat | Kursus Offline | Apps Solo |
|---|---|---|---|---|
| Harga per kelas | Rp 30.000 | Rp 180rb–300rb | Rp 350rb efektif | Rp 6rb/hari |
| Komitmen | Per kelas, no lock | Paket 12 sesi | 1 term (3 bulan) | Subscription bulanan |
| Match ke guru | ~4 menit, 24/7 | Terikat 1 guru | Dapet siapa | Gak ada guru |
| Bahasa tersedia | 10 bahasa aktif | Tergantung guru | 1–3 per cabang | Terbatas text saja |
| Feedback pronunciation | Live, tiap kelas | Live, tapi seminggu | Giliran di kelas | Tidak ada |
| Refund policy | Kelas tidak memuaskan → full refund | Tidak bisa dikembalikan | Kebijakan cabang | Auto-renewal jebakan |
| Ganti guru | Tinggal pilih guru lain | Bayar lagi dari 0 | Tidak fleksibel | N/A |
| Total 12 kelas | Rp 360.000 | Rp 2.160.000+ | Rp 3.500.000+ | Rp 180.000 tapi solo |
Mereka mulai dari Rp 30.000. Ini yang kejadian.
Bukan testimoni agensi. Data yang dibawa tiap orang ini bisa dicek di dashboard akun mereka masing-masing — jumlah kelas, rata-rata durasi, hasil tes final.
Kerja di perusahaan Jepang Surabaya, butuh naik level dari N3 ke N1 dalam 8 bulan. Bu Yuki ajarin keigo bisnis, tiap 2 hari 25 menit. Tembus N1 di percobaan pertama.
Bisnis keluarga ekspor ke Tiongkok. Dulu modal Google Translate. 5 bulan rutin sama Bu Rini — sekarang bisa nego sendiri via WeChat Voice. Hemat biaya interpreter Rp 8 jt/bulan.
Coba satu kelas — Rp 30.000.
Kalau gak cocok, gak ada yang maksa lanjut.
Bayar sekali. Kalau kelas pertama kurang pas — guru aneh, materi kurang cocok, koneksi jelek — refund full, gak perlu jelasin kenapa.
Pesen Kelas Pertama Rp 30.000